Dibohongi Dosen Cantik, Disuruh Batuin Ngerjain Tugas di Rumahnya Padahal Pengen Ngentot Sama Gue


Cerita Dewasa ngentot Dosen, Cerita Seks Penuh Birahi, Cerita Sex 2017 – Baiklah aku akan memberi tau sedikit tentang keadaanku, sebut saja namaku Andra, usiaku 20 tahun, tinggi badanku sekitar 170 cm, aku tidak terlalu ganteng, tapi bisa disebut lebih dari lumayan, hidungku tidak mancung dan tidak juga pesek, ukurannya pun sedang, rambutku ikal dan sekarang sedang akan kupanjangi.

Postur tubuhku bagus hal ini mungkin karena aku suka olahraga yang bersifat pertarungan, karena itulah aku ikut bermacam olahraga bela diri Dadaku bidang dan sedikit ditumbuhi bulu Pengalaman ini terjadi beberapa waktu lalu dengan seorang dosen pembimbing di tempatku kuliah (Oh ya, aku kuliah di PTS terkenal di kotaku dengan jurusan teknik)

Saat ini aku masih tahun pertama kuliah Kejadian ini sebenarnya sebelumnya belum ada di otakku, hal ini terjadi di luar keinginanku, tapi dasar nafsu kalau sudah menjadi raja maka tidak akan tahu lagi berbuat apa

Sebut saja nama dosenku Amelia, orangnya lumayan cantik, umurnya berkisar 43 tahun Kulitnya putih dan mulus sekali, tingginya sekitar 165 cm, bodinya bagus banget, orang bilang seperti gitar Spanyol, lingkar pantatnya bulat, pinggangnya ramping dengan buah dada yang ranum berukuran, setelah kejadian tersebut kuketahui 36B, pokoknya “tokcer” dech
Aku biasanya memanggil dosenku ini dengan sebutan “Ibu”, Ia dosen tetap di Universitasku, bidangnya Kalkulus (untuk mahasiswa teknik pasti tahu) Aku senang belajar dengannya, ia pandai sekali dan paham sekali bagaimana mengajar yang baik dan ia sangat disiplin terhadap mahasiswanya

Saat awal-awal kuliah, tidak ada yang spesial yang terjadi antara aku dengannya, yach biasa saja, layaknya mahasiswa yang lain, tapi tanpa kusadari Bu Lia selalu memperhatikanku (kuketahui setelah ini) Tapi setelah menjelang ujian tengah semester aku mulai curiga dengan gerak-gerik dan perhatiannya padaku Kalau tidak salah waktu itu aku datang agak telat sehingga pelajaran untuk sesaat berhenti
Bu lia memperhatikanku, aku dapat bangku di urutan paling depan (yach, biasanya bangku paling depan selalu paling akhir diisi) Sejenak kupikir ia melihatku terlalu lama karena aku datang telat, tapi setelah pelajaran mulai ia selalu melirik kepadaku, dan aku sadar sekali tentang hal itu dan aku menjadi risih karena hampir setiap 3 menit ia selalu melirikku,
dan aku lebih risih lagi ketika ia melirik bagian selangkanganku yang waktu itu aku memakai celana yang agak ketat, sehingga bagian selangkanganku kelihatan mengelembung, (mungkin penisku kebesaran yang menurut Bu Lia setelah kejadian ini)

Aku waktu itu makai baju jungkis dan di luarnya kupakai kemeja, aku berusaha menutupi bagian selangkanganku dengan kemeja yang kupakai sebagai jaket Karena sering melirik maka ia mengajar pelajaran jadi sering salah, ini terbukti dengan perkatannya, “Kok saya sering salah yach ” hal ini dikatakannya setelah ia berbuat kesalahan untuk kesekian kalinya

Dalam hatiku berkata, makanya jangan melirik yang tidak-tidak dong Hal itu berlangsung hingga 3 kali pertemuan, dan juga ia sepertinya lebih mendekatkan diri padaku, tapi aku tetap jaga image antara aku dengan dosen tentu aku berusaha sebaik mungkin padanya walau aku bertanya-tanya dalam hati apa ia tidak puas sama suaminya Hingga ujian tengah semester berlalu, aku tahu ujianku banyak yang betul dan aku tahu nilaiku bisa berkisar antara A atau B Tapi saat itu ia memanggilku ke ruangannya sehabis kuliah usai

“Ndra nanti kamu ikut saya ke ruangan saya!”
“Baik, Bu tapi ada apa yach Bu ” jawabku ingin tahu

“Tidak ada apa-apa, saya ingin minta tolong pada kamu satu hal ” jawabnya dengan penuh senyum di bibirnya yang mungil
Aku bertanya-tanya dalam hati ada apakah gerangan, sekilas terpikir olehku ia akan mengajakku melakukan Tapi kubuang pikiranku itu jauh-jauh takut-takut nanti ia bisa mengerti pikiran orang lagi

Aku mengikutinya dari belakang menuju ruangnya yang terletak cukup jauh dari keramaian mahasiswa Dalam perjalan ke sana aku berusaha untuk tetap untuk tidak negatif thinking, dengan cara berbicara dengannya apa saja tentu berhubungan dengan kuliah yang diberikannya tadi karena memang aku agak kurang paham karena pikiranku terbelah-belah Sesampai di ruangnya ia duduk di kursinya dan aku tetap berdiri karena memang kebetulan di situ hanya ada satu kursi, dan aku

memberanikan diri untuk bertanya padanya
“Ada apa yach Bu, sehingga saya harus ikut Ibu ke ruangan Ibu ?”

“Begini, kemarin Ibu sudah membuat semua daftar nilai hasil ujian MID semua mahasiswa yang kuliah dengan Ibu, tapi daftar tersebut tanpa sengaja hilang entah kemana ” jelasnya
“Jadi Bu ?” tanyaku tidak sabaran

“Jadi Ibu pingin minta tolong, sama kamu untuk membantu Ibu untuk membuat daftar itu lagi, padahal kalau Ibu sendiri yang membuatnya harus makan waktu 2 malam, karena harus teliti ” jelasnya lagi

“Gimana, dengan hasil ujian saya Bu ?” tanyaku lagi untuk menyakinkan hasil dengan prakiraanku

“Karena itulah Ibu minta tolong sama kamu, kamu dapat nilai A untuk ujian ini, jadi Ibu pikir kamu sanggup membantu Ibu,” pintanya dengan sedikit nada memohon

“Kapan Bu ?” tanyaku singkat karena aku bangga dengan hasil ujianku yang baru kuketahui

“Kamu tidak kemana-mana kan malam ini ?”
“Tidak ” balasku singkat

“Malam ini aja yach, kamu tau kan alamat ini,” seraya ia sambil menyodorkan alamatnya
Tanpa sengaja kertas itu jatuh Aku mengambil kertas itu dengan membungkukkan badan, ia pun berniat menggambilnya, posisiku dengannya dekat sekali bahkan aku bisa mencium bau parfumnya yang menggairahkan
“Maaf Bu ” ucapku padanya

“Tidak apa kok Ndra ”

Bibirnya kecilnya sembari memberi senyuman yang memikat Aku bahkan bisa mencium nafasnya yang harum Jam 7:30 malam aku berniat menepati janjiku pada dosenku yang satu ini Aku mandi, dan berdandan dengan rapi, dan tanpa menunggu lagi ku-starter Civic Wonder-ku ke alamat yang tadi kusimpan
Tanpa kesulitan aku sampai alamat yang dituju karena memang aku sudah hafal keadaan kotaku Rumahnya besar sekali dengan 2 lantai, dengan halaman yang luas dan pagar yang tinggi, di sisi bagian kanan belakang dapat kuterka ada kolam renang, berarti menandakan ia orang yang cukup kaya

Aku masuk dengan pagar yang dibukakan oleh satpam jaga dan langsung tanpa mengetuk pintu ia keluar dan menyuruhku masuk Aku tertegun dengan kedaannya, ia memakai gaun tidur berwarna kuning muda, yang tipis dan panjangnya, hanya sampai lutut

Rambutnya yang sebahu di biarkan tergerai, aku terdiam beberapa saat Betapa cantiknya dia malam itu, maupun dengan keadaan rumahnya, ruangan tamunya tertata dengan rapi, baik perabotannya maupun kedaan sofanya yang kelihatannya berharga jutaan rupiah, maupun furniture lainnya

“Hayo, masuk ! lagi mikirin apa sich ” tegurnya membuyarkan lamunanku

“Ah tidak apa kok Bu ” ucapku sekenanya
Aku melangkah masuk dan duduk di ruangan tengah karena ia menyuruhku untuk mengikutinya di ruangan itu

“Mau minum apa Ndra ” tanya pemilik bibir manis ini

“Apa aja dech Bu asal jangan es teh aja Bu ”
Masalahnya saat itu hujan mulai turun dengan lebat saat aku masuk ke rumah mewah ini
“Coklat panas, mungkin bagus yach buat kamu ” tanyanya

“Iya dech Bu, coklat panas aja ”

Karena aku memang suka sekali coklat
Setelah berbincang sebentar, aku menanyakan pekerjaan yang akan kubantu Tapi bagus juga untuk menghilangkan kekakuan antara kami Dan aku jadi tahu kalau suaminya seorang pengusaha mebel dan furniture antik dan sekarang sedang berada di luar negeri untuk mengembangkan usahanya di sana, anaknya ada 2 orang yang besar sekarang sedang kuliah di Jerman sekarang sudah tahun ketiga, dan yang kecil cewek masih SMU dan lebih sering menginap di rumah neneknya karena memang rumah neneknya dekat dengan sekolahnya
Dan di rumah itu sekarang hanya aku dan dia, sedangkan pembantunya, suami istri tinggal tidak jauh dari rumah mewah ini dan datang dari pagi hingga sore Satpam 1 orang dan akan tetap berada di posnya hingga pagi Berarti hanya ada aku dan dia di rumah ini

“Oh Yach, Bu, mana hasil ujiannya ” tanyaku setelah ngalor-ngidul kemana-mana

“Oh iya, jadi kepanjangan ngomongnya,” seraya memberi senyuman dan tawa kecil

Ia memintaku untuk ikut ke ruangan kerjanya yang terletak di dalam kamar pribadinya, semula aku menolak karena tidak sopan masuk ke kamar seorang wanita yang suaminya tidak di rumah Tapi karena sedikit paksaan aku mau juga

Kamarnya besar sekali art-nya begitu indah, dengan luas kira-kira 7 m x 5 m, bayangkan saja bathtub-nya terletak di dalam kamar dengan gaya Romawi, sedangkan meja kerja terletak di seberangnya 2 kursi dan di dalamnya dilengkapi televisi layar datar 60 inci, dan elektronik lainnya Aku duduk di kursi kerjanya dan tiba-tiba ia merangkulku

“Ndra sebenarnya tidak ada yang namanya daftar nilai, daftar nilai hanya ada jika udah ujian semester,” katanya begitu lembut hingga hampir seperti berbisik di telingaku

Aku bingung, masih belum hilang bengongku ia berbisik di telingaku dan mencium telingaku
“Ndra bantu Ibu ya, puaskan Ibu ”

“Tidak mungkin Bu ” aku setengah menolak tapi tidak mencegahnya untuk membuka kancing kemejaku satu persatu

“Kamu mengerti kan, keadaan seorang istri yang sering ditinggal lama oleh suaminya,” kata Ibu Lia setengah memohon

Detik berikutnya aku berdiri dan membiarkan dia melucuti satu persatu pakaianku dan sampai aku telanjang bulat, matanya tak berkedip manatap kemaluanku yang over size, panjangnya kira-kira 17 cm dengan diameter 4 cm

“Bu jangan cuma dilihat dong Bu ” kataku sedikit bercanda

“Punyamu besar sekali, mungkin tidak masuk semua ke dalam vagina Ibu ” balasnya dengan nafas sedikit memburu menandakan ia terangsang dan betul-betul bernafsu
Kemudian aku mendekatinya dan mencium bibirnya dengan lembut serta melumat bibirnya yang kecil, bahkan lidah kami saling memilin, tangan kiri menggosok tengkuk dan pundaknya sedangkan tangan kananku meremas buah dada indah milik orang yang sebelumnya kuhormati, putingnya kuputar dengan lembut walau masih diluar gaun sutra yang lembut ini
Lain halnya dengan tangan Bu Lia, tangan kanannya mengocok-ngocok…..Baca selengkapnya disini

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s